Wednesday, July 11, 2012

Kram Otak...

     Jakarta, xx Juli 20xx


     Headphoneku  sedang  mengalunkan  lagu  The  Rasmus.  Tidak  ada  yang  lebih  menyenangkan  daripada  mendengarkan  lagu  mereka  ketika  memandang  langit  biru.  Aku  ingin  mati….ingin  merasakan  mati.  Sekarang  dan  untuk  selamanya.  Aku  ingin  mati.

    Jika  kau  memandang  langit..apa  yang  kau  pikirkan ?  Aku…kenikmatan  untuk  mati  dan  tenggelam  dalam  lautan  hitam  kegelapan  tanpa  dasar.  Melayang  terbang…tapi  tentu  dengan  ditemani  oleh  headphone  yang  mengalunkan  lagu  The  Rasmusku.  Ha..ha..ha…ha..ha..  aku  ingin  membawa  pistol  berisi  satu  butir  peluru,  supaya  nanti  jika  kumati  aku  bisa  menembak  malaikat  pertama  yang  membawaku  ke  surga….he..he..he…aku ingin  berada  di  kegelapan  antara  hidup  dan  mati.  Diantara  surga  dan  neraka.  Di  rahim Ibu….

Jewelry Designer, Profesi Glamour yang Penuh Kerja Keras

Jakarta, 11 Juli 2012


Jewelry Designer ? Perancang Perhiasan ? Apakah itu?

Dengan bertumbuhnya industri kreatif, begitu banyak profesi yang tadinya bisa dikatakan tidak populer menjadi terangkat ke permukaan. Salah satunya adalah perancang perhiasan, profesi yang saya geluti saat ini.

Jika melihat mahakarya produk - produk perhiasan yang begitu mencengangkan, didalamnya terdapat begitu banyak tenaga dari para pengrajin dan juga perancang perhiasan. banyak dari kita berpikir bahwa menjadi Jewelry Designer itu mudah, atau bahkan ada yang bergetar ngeri karena membayangkan akan bekerja dengan berbagai batu mulia serta logam mulia.

Tapi ketika sebuah profesi dilakukan dengan satu kesenangan dan juga fokus yang tak putus, maka proses pembelajarannya akan sangat mulus. Kesulitan menjadi tantangan dan proses yang dilakukan adalah pembelajaran.

 Apa yang Diperlukan Menjadi seorang Jewelry Designer?

Powered By Blogger